
Dalam diskusi tertutup yang baru-baru ini dilaksanakan di Inggris telah membahas mengenai pengaruh situs jaringan sosial terhadap anak dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi mereka. Seorang mahasiswa PhD Robert de Vries telah menuliskan pada Alpha Mummy mengenai efek situs jejaring sosial terhadap perkembangan otak anak-anak.
Seorang neuroscientist, Baron Greenfield membuat kesimpulan mengejutkan: bahwa situs jaringan sosial seperti Facebook bisa memberikan dampak buruk bagi perkembangan otak anak. Dia mengatakan bahwa otak anak memiliki kemampuan adaptasi yang sungguh luar biasa. Dalam otaknya hubungan antar koneksi synapsis untuk membentuk, merekam, memperbarui informasi pengetahuan yang baru berlangsung sangat cepat. Nah penggunaan situs jaringan sosial mungkin mengubah cara mengembangkan otak anak-anak, perubahan yang cepat dan instant karena pengaruh dari virtual media mungkin mempersingkat konsep perhatian dan pemahaman serta merusak ketekunan mereka. Jika anak-anak terbiasa untuk memperoleh informasi secara instant "serba fix", maka mereka cenderung menjadi bosan dan lalai ketika harus menghadapi suatu permasalahan yang membutuhkan konsentrasi pada satu hal dalam waktu yang lama.
Kebiasaan menggunakan situs jejaring sosial yang mengandalkan teks pada layar untuk chatting dengan teman-teman anak-anak dapat merusak kemampuan untuk menempatkan diri di pada suatu situasi tertentu, serta mungkin perasaan untuk empati. Ini dikarenakan virtual percakapan tidak memerlukan semua kemampuan yang sama sebagai tatap muka, Anda tidak menemukan bahasa tubuh yang harus dutafsirkan, ekspresi wajah atau nada suara yang pasti memiliki arti terendiri layaknya bertemu tatapmuka langsung dengan seseorang. Bagi anak-anak yang memilki kebiasaan menggunakan situs jaringan sosial maka akan merusak kemampuan interaksi sosial mereka, dan dengan demikian merusak kemampuan mereka untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.
Namun klaim ini perlu didukung oleh penelitian ilmiah lebih lanjut apakah penggunaan situs jaringan sosial menyebabkan pengurangan nyata dalam kontak kehidupan sosial masyarakat, kaitannya Apakah anak-anak yang menggunakan Facebook untuk chatting dengan teman-teman benar-benar menggunakan ini sebagai pengganti untuk tatap muka kontak?
sumber : timesonline.typepad.com
Kebiasaan menggunakan situs jejaring sosial yang mengandalkan teks pada layar untuk chatting dengan teman-teman anak-anak dapat merusak kemampuan untuk menempatkan diri di pada suatu situasi tertentu, serta mungkin perasaan untuk empati. Ini dikarenakan virtual percakapan tidak memerlukan semua kemampuan yang sama sebagai tatap muka, Anda tidak menemukan bahasa tubuh yang harus dutafsirkan, ekspresi wajah atau nada suara yang pasti memiliki arti terendiri layaknya bertemu tatapmuka langsung dengan seseorang. Bagi anak-anak yang memilki kebiasaan menggunakan situs jaringan sosial maka akan merusak kemampuan interaksi sosial mereka, dan dengan demikian merusak kemampuan mereka untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.
Namun klaim ini perlu didukung oleh penelitian ilmiah lebih lanjut apakah penggunaan situs jaringan sosial menyebabkan pengurangan nyata dalam kontak kehidupan sosial masyarakat, kaitannya Apakah anak-anak yang menggunakan Facebook untuk chatting dengan teman-teman benar-benar menggunakan ini sebagai pengganti untuk tatap muka kontak?
sumber : timesonline.typepad.com