Kamis, 26 Juni 2008

Pendidikan Anak di Era Multimedia

Bagaimana Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Multimedia untuk Pendidikan Anak?

Anak adalah Amanah Bagi Kita
Anak adalah masa depan bangsa. Dan bagi kita, anak adalah amanah. Merekalah yang akan menggantikan generasi kita dalam membawa bangsa ini menuju masa depan. Merekalah cerminan kita di masa mendatang. Jika masa depan bangsa ini buruk rupa, janganlah dipecah cermin itu. Tetapi mari perbaiki wajah kita saat ini agar masa depan mereka cerah.
Tantangan yang mereka hadapi saat ini, saat mereka menginjak dewasa, berbeda dengan tantangan yang dulu kita hadapi pada usia yang sama. Dua puluh atau empat puluh tahun yang lalu, kita belum terlalu menemui hingar bingar mode, budaya, dan informasi. Tapi kini, begitu anak-anak kita berumur 4 tahun, sudah harus berhadapan dengan persaingan yang serba cepat dan berat. Masuk kelas 1 SD mereka sudah harus bisa membaca, menulis, dan berhitung. Mereka harus memiliki energi yang lebih besar untuk belajar Sempoa, metode Aritmetika, les tambahan, komputer, internet, dan lain-lain.
Begitu cepatnya perubahan jaman, membuat metode pendidikan anak dua tahun yang lalu sudah tidak cocok lagi jika diterapkan begitu saja sekarang. Lingkungan dan tantangan yang berbeda membuat kita sebagai orang tua ataupun para pendidik dan pengasuh anak harus memperbaharui pengetahuan, dan metode pendidikan bagi anak kita.
Karena kurangnya informasi, pengetahuan, dan kesadaran tentang pendidikan anak, menyebabkan masih begitu banyak orang tua yang membesarkan anaknya dengan cara-cara tradisional puluhan tahun yang lalu. Anak terlalu diberi begitu banyak kebebasan yang mereka belum sanggup memegangnya. Atau anak terlalu banyak ditekan sehingga mematikan potensi dan kreativitas dalam dirinya.
Kini, anak bukan lagi sebagai selembar kerta putih yang siap kita tulis dan corat-coret, atau seonggok tanah liat yang siap kita bentuk menjadi patung sesuai keinginan kita. Tetapi kini anak ibarat sebuah umbi bawang merah. Begitu kita buka lapisan luar, akan terlihat lapisan dalamnya. Setiap lapisan mengandung potensi-potensi terpendam yang harus kita buka dan siapkan lingkungan yang mendukung pengembangannya.
Tugas kita adalah membuka lapisan-lapisan bawang tersebut, lapisan-lapisan potensi yang terpendam agar anak menjadi dirinya sendiri, dengan potensi alamiah yang mereka bawa dari Tuhan. Tugas kita adalah menemukan potensi-potensi yang dibawa anak-anak kita dan memberikan lingkungan yang kondusif bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang secara alamiah dan optimal.

Untuk 90 Anak atau 9 Juta Anak?
Beruntung anak-anak yang memiliki orang tua yang peduli dengan pendidikannya, dan berada di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Fasilitas pendidikan anak mudah diperoleh. Kelompok bermain buat mereka juga banyak. Acara-acara seminar, workshop, maupun pelatihan bagi orang tua untuk pendidikan dan perkembangan anak juga sering diadakan. Mereka memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan lingkungan yang menyuburkan perkembangan potensinya.
Sebuah kelompok bermain untuk anak umur 2 sampai dengan 6 tahun, bisa memiliki peserta sebanyak 90 orang anak pada saat yang sama. Di sini, anak-anak tersebut bermain dan belajar dengan panduan dari instruktur yang memiliki ilmu pendidikan anak dan psikologi anak dengan baik. Instruktur ini selalu memperbaharui wawasannya seiring dengan perkembangan jaman. Anak-anak akan terbuka lapisan-lapisan potensinya, akan berkembang, dan tidak terkejut dengan perubahan jaman yang begitu cepat.
Namun, berapa banyak anak-anak Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan tidak seberuntung mereka? Bagaimana kita bisa turut membantu mereka, para orang tua dan para pendidik agar tetap bisa membesarkan anak-anak bangsa dengan baik? Haruskah semua ini menjadi tanggung jawab pemerintah saja yang dalam kondisi sekarang sedang sulit? Apakah kita sebagai orang tua, seorang kakak, seorang guru TK, seorang mahasiswa, seorang pemerhati pendidikan anak, dan siapa pun kita, dapat dengan nyata membantu mereka?
Bisa. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan telekomunikasi, kita bisa berperan serta bagi jutaan anak bangsa. Ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh sebuah kelompok bermain, yang pada saat yang sama hanya bisa diterapkan pada 90 orang anak, kini bisa bermanfaat untuk 900 anak, 9000 anak, 90.000 anak, 9 juta anak... Bagaimana ini bisa terjadi?
Anda punya koleksi artikel, kliping, tulisan, proceeding, rekaman kaset, video seputar pendidikan anak? Itu adalah ilmu pengetahuan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Video aktifitas anak-anak ketika membuat mainan dari kulit jaruk Bali, membuat gambar kambing dari potongan-potongan kertas warna-warni, permainan di alam, menyeberangi sungai, mengumpulkan kerang, dan sebagainya merupakan bahan yang berharga untuk dibuat VCD multimedia tentang pendidikan anak, yang berasal dari lingkungan kita sendiri.
Jika semua itu kita sebar luaskan melalui jaringan perpustakaan digital Indonesia, dan dibuat versi multimedia VCD yang menarik, maka akan semakin banyak orang tua dan pendidik yang akan tercerahkan, bertambah wawasannya. Mereka bisa menerapkannya buat anak-anak yang sedang mereka bimbing, yang pada awalnya mereka tidak terpikir melalukan hal-hal sederhana tersebut yang ternyata cukup membangun potensi anak. Sawah, ladang, sungai, jalan yang masih alamiah di desa-desa, ternyata menjadi tempat belajar dan bermain yang sangat baik bagi anak-anak, jika para orang tua dan pendidik tahu bagaimana cara memanfaatkannya.VCD bukan barang mewah lagi dan kini mudah ditemukan di desa-desa. Guru-guru TK disana bisa belajar dari VCD ini. Para orang tua akhirnya tahu bagaimana cara mendidik anaknya, dan tidak lagi dengan cara tradisional yang menekan kreatifitas anak. Sedangkan di kota kabupaten atau kecamatan, mereka bisa mengakses informasi terbaru melalui perpustakaan digital yang ada di warung-warung internet di sana.

sumber: http://yb1zdx.arc.itb.ac.id/data/OWP/library-sw-hw/digital-library/gdl40/PAPERS/Seminar%20Anak.doc.

Senin, 16 Juni 2008

Bijak Berinternet Bagi Perkembangan Seksual Anak

Apa itu Internet? Internet ialah jaringan global antar komputer untuk berkomunikasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya di belahan dunia (seperti sekolah, universitas, institusi riset, museum, bank, perusahaan bisnis, perorangan, stasiun TV ataupun radio)

Manfaat – Umum
Mencari informasi: sekolah, pelajaran, bisnis, pekerjaan; chatting; reservasi: tiket, hotel; menjual barang atau jasa; shopping; membayar tagihan: telpon, asuransi, kartu kredit; e-mail; diskusi secara oline atau konferensi.

Manfaat dalam Dunia Pendidikan
Dalam dunia pendidikan internet dapat membantu siswa untuk mengakses pelbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa terutama dengan mereka yang berjuauhan tempat tinggalnya.

Pengaruh Negatif
Aneka macam materi yang berpengaruh negatif pun bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet. Bahkan, melalui internet orang juga melakukan penipuan dan pencurian.

Pencegahan Pengaruh Negatif
Letakkan komputer di ruang keluarga atau ruangan yang sering dilewati umum (sebaiknya tidak di kamar tidur anak)
Batasi waktu pemakaian komputer untuk anak Anda
Orang tua harus terlibat dan menyediakan waktu dengan anak-anak pada saat mereka sedang online
Pelajari sebanyak mungkin tentang komunitas online, mungkin saja anak-anak ini lebih mengetahuinya dibandingkan anda sendiri
Cari tahu mengenai dan implementasikan software-software pemblokiran dan penyaringan situs-situs tertentu.
Jika Anda menggunakan komputer bersama-sama dengan anak-anak Anda, dan Anda sengaja ataupun tidak sengaja telah mengunjungi suatu website yang sebaiknya tidak dikunjungi anak Anda, sebaiknya Anda menghapus alamatnya dengan cara menghapus history-nya, dengan langkah-langkah seperti di bawah ini:
1. Klik Tools
2. Pilih dan klik Internet Options
3. Klik tombol Clear History pada jendela Internet Options.

Situs yang Sebaiknya Dikunjungi
Internet Kids Discussions dengan alamat situsnya www.KIDLINK.org
KIDLINK merupakan situs internasional untuk membentuk dialog di antara anak-anak muda yang berusia sekitar 10 sampai dengan 15 tahun. Situs ini menyediakan tujuh bahasa yang berbeda , sepert bahasa Inggris, Spanyol dan Jepang. Pengunjung-pengunjung situs ini dapat mengirim e-mail kepada anak-anak di seluruh dunia atau bekerja sama pada projek-projek tertentu.
Thinkquest (www.thinkquest.org) Situs Thinkquest merupakan situs kompetisi internet terbesar di dunia bagi siswa berumur 12 s.d. 19 tahun
Kids Web (www.npac.syr.edu/textbook/kidsweb) Kids web merupakkan situs perpustakaan digital bagi siswa Situs ini berisi link-link berdasarkan subjek ke situs- situs yang menarik.
Situs Internet Guidelines

Safe Kids (www.safekids.com)
Net Parents (www.netparents.org)
FBI Safety Tips for Kids on the Internet (www.fbi.gov/kids/k5th/safety2.htm)
CyberTipline from the National Center for Missing & Exploited Children (www.missingkids.com) Situs ini melaporkan tentang eksploitasi seksual terhadap anak-anak
ICT Watch (www.ictwatch.com) Situs di Indonesia yang peduli akan dampak penggunaan ICT

Software Penyaringan Situs tertentu
Net Nanny (www.commission-junction.com)
Surf Watch (www.surfcontrol.com)
Cyber Patrol (www.cyberpatrol.com)
CyberSitter (www.solidoak.com)
Safe Surf (www.safesurf.com)
Parental Control System (www.jejakkaki.com)
Parental Control (www.familysafemedia.com/parental_control.html)

TVGuardian "The Profanity Filter" - secara otomatis mendeteksi dan menyaring ungkapan atau kata-kata kotor dan kata-kata kasar lainnya sementara kita menonton pertunjukan film atau televisi
Weemote - merupakan remote control TV yang dirancang untuk anak-anak. Selain penggunaannya mudah bagi anak-anak, Remote ini juga memiliki karakteristik 'parental control' untuk memilih hanya channel-channel yang Anda ingin anak-anak anda lihat.
PC TimeCop merupakan perangkat lunak manajemen waktu pemakaian komputer dengan menggunakan WatchDog Activity Monitor, digunakan untuk membatasi pemakaian komputer.
Phone LineLok - Telephone Time Management Phone LineLok mengontrol pemakaian telepon dan internet

Referensi:
1. www.ictwatch.com
2. www.safekids.com
3. www.netparents.org
4. www.fbi.gov/kids/internet/ internet.htm
5. www.missingkids.com/cybertip/index.htm
6. www.jejakkaki.com
7. www.ummigroup.co.id/annida


Sumber : Computer Departement of Santa Laurensia

Kamis, 05 Juni 2008

Ponsel dapat cegah penyebaran wabah penyakit

Di balik kontrofersi bahwa telepon seluler (ponsel) memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia, terutama pada sinyal yang dihasilkan, baru-baru ini dirilis oleh detikinet bahwa berdasarkan hasil studi penelitian para profesor menyatakan bahwa sinyal ponsel ternyata menjadi alat vital yang dapat memprediksi terjadinya wabah penyakit.

Hal ini dilakukan dengan menganalisis pola pergerakan manusia berdasarkan pemakaian ponsel. Itulah hasil studi profesor Albert-László Barabási, Marta González, dan César Hidalgo di Northeastern University, Amerika Serikat.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature ini, pola pergerakan 100.000 orang dilacak melalui sinyal yang dipancarkan dari ponsel mereka.

Terungkap bahwa kebanyakan orang cenderung memiliki kebiasaan rutin menuju lokasi yang sama. Bahkan kemungkinan pola mobilitas ini bisa dihitung dalam probabilitas matematika tunggal.

"Manusia punya pola perjalanan yang sederhana. Kurang dari tiga persen yang bergerak dalam jarak 170 kilometer secara rutin," tutur Cesar Hidalgo seperti dikutip detikINET dari AFP, Kamis (5/6/2008).

Pola pergerakan berdasarkan sinyal ponsel ini bisa dipakai untuk menyediakan data mobilisasi manusia dalam mencegah penyebaran wabah penyakit. Menurut Hidalgo, sampai saat ini data semacam itu hanya berdasarkan simulasi komputer yang kurang efektif.